ijrsh for okv
BUKU TAMU WAKIL RAKYAT
Info, Saran & Kritik (INTERAKTIF)
→ Silahkan menuliskan apa saja kepada publik tentang tokoh ini..
| - DAPIL |
: |
SULAWESI SELATAN 1 |
|
(Meliputi) |
: |
Kab. Selayar, Kab. Bantaeng, Kab. Jeneponto, Kab. Takalar, Kab. Gowa, Kota Makassar |
|
- No. Anggota |
: |
A-547 |
|
- FRAKSI |
: |
Partai Demokrat |
|
- KOMISI |
: |
Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kependudukan, Kesehatan (Komisi IX) |
UPDATE *
(Email/HP/FB/Web/Blog, dll)
* : tidak/belum ada/in progress
” WAKIL RAKYAT DIPILIH & PERLU DIKONTROL OLEH DAN UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT ”
Biografi, Rekam Jejak, Prestasi, Organisasi, Kompetensi, Ideologi, Janji Kampanye, Kinerja Saat Menjabat, Kasus Hukum, Sumber Kekayaan, Sumber Kekuasaan, Background Pendidikan, Info Media, Bebas KKN
| Dr. Ahmad Nizar Shihab, Sp. An | ||||||||||
| Daerah Pemilihan | : | Sulawesi Selatan I | ||||||||
| Tempat/Tanggal Lahir | : | Makassar, 5 Desember 1950 | ||||||||
| Alamat Tempat Tinggal | : | Jl. Kalibata Tengah No. 9 A RT/RW 005/03 | ||||||||
| Jakarta Selatan | ||||||||||
| Jenis Kelamin | : | Laki-laki | ||||||||
| Agama | : | Islam | ||||||||
| Status Perkawinan | : | a. Kawin | ||||||||
| b. Nama istri : Soraya | ||||||||||
| c. Jumlah anak 3 ( tiga ) orang | ||||||||||
| Pekerjaan Sekarang | : | Pensiunan PNS | ||||||||
| Pendidikan Terakhir | : | Spesialis Anestesi Universitas Indonesia | ||||||||
| Perolehan suara | : | 61.863 | ||||||||
Tuliskan INFO APA SAJA tentang tokoh ini pada kolom komentar.
vox populi vox dei











































































































13 Mei 2011 pada 7:21 pm
Alamat : Jl.Pendidikan Banyorang Utara No.24 Tlp.0413-2425041-2425182
Kelurahan Banyorang
Kecamatan Tompobulu
Kabupaten Bantaeng
1. Visi :
Pondok pesantren Syekh Muhammad Ja’far sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan kajian ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah menuju kepeloporan dalam bidang akhlak dan intelektual yang berwawasan lingkungan.
PROFIL PONDOK PESANTREN
SYEKH MUHAMMAD JA’FAR BANYORANG
KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN BANTAENG
TAHUN 2010
1. PENDAHULUAN
a. SELAYANG PANDANG/ SEJARAH BERDIRINYA PONDOK PESANTREN SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
Secara umum disepakati bahwa Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berfungsi sebagai salah satu benteng pertahanan umat Islam, Pusat dakwah, dan pengembangan masyarakat Islam. Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, pesantren telah memainkan peran strategis, bukan hanya untuk mencerdaskan umat Islam, tetapi lebih dari itu, pesantren telah memainkan peran sebagai lembaga kaderisasi umat agar tetap eksis di tengah pergumulan ideologi dan agama yang beragam. Hal tersebut memaksa pesantren untuk melakukan penyesuaian dengan dinamika perkembangan masyarakat dengan tetap mempertahankan cita, citra, dan jati dirinya. Karena itu, meskipun terjadi perubahan, penyesuaian peran, dan kinerja, tetapi pesantren tetap mempertahankan ciri dan prinsip sebagai lembaga pendidikan Islam dan kaderisasi umat.
Secara umum Pesantren memiliki lima elemen dasar yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan berada pada satu kompleks tersendiri yaitu :
a.1.Pondok
Tradisi Pesantren yang secara umum membedakan dengan sistem pendidikan lainnya adalah Pondok atau Asrama yang merupakan tempat para Santri tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan Kyai atau Ustaz. itulah sebabnya, istilah Pesantren sering pula disebut sebagai Pondok Pesantren. Istilah Pondok berasal dari Bahasa Arab yang berarti rumah atau tempat bagi para musafir. Sistem pengasramaan santri tentu saja sangat efektif untuk membina dan membentuk karakter para santri, apalagi di pondok pesantren itu Kyai dan para guru juga bertempat tinggal bersama dengan santri.
a.2.Masjid
Dalam struktur Dasar, Masjid merupakan unsur dasar yang harus dimiliki oleh Pesantren, karena itu merupakan tempat utama yang ideal untuk mendidik dan melatih para santri, khususnya dalam pelaksanaan dan tata cara Ibadah, Pengajaran Kitab Islam Klasik, dan kegiatan kemasyarakatan.
a.3.Pengajian Kitab
Dalam Tradisi Pesantren, Pengajaran kitab Islam Klasik lazimnya memakai beberapa metode, yaitu ;
a. Metode Sorogan yaitu bentuk belajar mengajar dengan menggunakan metode tatap muka yakni seorang Kyai menghadapi seorang santri atau kelompok kecil santri yang masih tingkat Dasar.
b. Metode Wetonan dan bandingan atau halaqah yaitu metode mengajar dengan sistem ceramah, Kyai membaca Kitab di hadapan Kelompok santri tingkat lanjutan dalam jumlah besar pada waktu- waktu tertentu sesudah salat berjamaah.
c. Metode Musyawarah yaitu, sistem belajar dalam bentuk seminar atau diskusi untuk membahas setiap masalah yang berhubungan dengan pelajaran santri ditingkat tinggi.
a.4.Kyai
Kyai merupakan elemen yang paling esensial dari suatu pesantren. Kyai pula seringkali merupakan pendirinya, bahkan secara eksistensi pengaruh dan peran yang dimainkan sebuah Pesantren lebih banyak ditentukan oleh Kyainya.
a.5.Santri
Elemen yang dapat juga dikatakan esensial bagi eksistensi pesantren adalah santri, boleh dikatakan hampir sama esensialnya dengan Kyai, meskipun dengan fungsi dan peran yang berbeda. Secara umum, santri dari suatu Pesantren, ada dua macam, yaitu Santri Muqim yakni santri yang selama menuntut ilmu di pondok pesantren tinggal di dalam pondok yang disediakan oleh Pesantren. Selain itu, adapula santri yang disebut santri Kalong, yakni santri yang tinggal di luar pondok kompleks pesantren baik di dalam rumah sendiri maupun di rumah-rumah penduduk di sekitar pondok pesantren. Para santri yang belajar pada suatu pondok secara umum memiliki rasa solidaritas sosial dan kekeluargaan yang kuat, baik antara sesama santri maupun hubungan antara santri dan kyai, di dalam pesantren para santri belajar hidup bermasyarakat, berorganisasi, memimpin, dan dipimpin.
Oleh karena itu, ada beberapa prinsip dasar yang diemban oleh Pondok Pesantren, antara lain: Prinsip Pendidikan, Theocentric, kearifan, kesederhanaan, kolektivitas, mengatur kegiatan bersama, kebebasan terpimpin, mandiri, tempat mencari ilmu dan mengabdi, mengamalkan ajaran agama dan restu Kyai. Beberapa prinsip dasar inilah yang menjadikan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dan kaderisasi umat.
Meskipun dikatakan Pondok Pesantren sebagai lembaga Pendidikan Islam dan kaderisasi umat, Pesantren pun tidak lepas dari tantangan yang diakibatkan oleh perubahan situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Perkembangan ini tentu saja memaksa pesantren untuk melakukan perubahan dan penyesuaian untuk mencari bentuk dan model baru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, tetapi tetap bertahan dalam esensi iman dan takwa kepada Allah serta zamal-amal saleh yang ditunjukkkan dalam Ibadah dan Akhlakul Karimah dengan memelihara citra dan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam dan kaderisasi umat.
Dewasa ini perkembangan pesantren dengan sistem pendidikan yang dimiliki mampu mensejajarkan diri dengan pendidikan pada umumnya, bahkan melakukan perpaduan antara pendidikan Madrasah dan pendidikan Sekolah dengan lahirnya Undang-Undang No. 55 tahun 2007 yang keduanya diwarnai dengan ciri dan model pengajian pesantren. Kenyataan seperti itu pada lembaga pendidikan pesantren sesungguhnya diharapkan akan tumbuh kaum intelektual yang berwawasan luas dengan landasan spritual yang kuat.
Peran strategis Pesantren sebagai lembaga Pendidikan dan kaderisasi umat, akan lebih optimal lagi apabila negara memberikan dukungan secara serius bagi kemajuan pesantren. Hal itu dianggap penting karena secara historis lahirnya negara Kesatuan Republik Indonesia tidak lepas dari konstribusi perjuangan Kyai dan Santri. Demikian pula, ranah kultur yang digeluti pesantren selama ini menjadi landasan yang sangat berarti bagi eksistensi negara. Perjuangan pesantren baik secara fisik maupun secara kultur tidak bisa dihapus dari catatan sejarah negeri ini dan kini generasi santri tersebut mulai memasuki jabatan-jabatan publik yang dulunya hanya sebatas mimpi. Oleh sebab itu, kepedulian dan perhatian negara bagi perkembangan pesantren sangat diperlukan.
Kalau selama ini pesantren telah menyumbangkan seluruh dayanya untuk kepentingan warga negara, maka harus ada simbiosis mutualis di antara keduanya yakni perhatian yang diberikan oleh pemerintah untuk pesantren. Kemudian kalau selama ini pesantren bisa eksis dengan swadaya, maka eksistensi tersebut akan lebih maksimal apabila didukung oleh negara/ Pemerintah. apalagi dengan adanya pengakuan tentang eksistensi pesantren dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Ini diharapkan karena prediksi tantangan ke depan tentu lebih berat dan dinamika sosial juga semakin kompleks. Olek karena itu, diperlukan revitalisasi antara pesantren dan pemerintah yang selama ini berjalan apa adanya kemudian perhatian serius yang diberikan oleh pemerintah bagi kelangsungan pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam dan Kaderisasi umat, juga akan lebih optimal lagi,
Di sisi lain, laju Ilmu Pengetahuan dan Teknologi membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, tetapi pada saat yang sama kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi juga dapat melunturkan bahkan menghancurkan nilai-nilai agama, budaya yang luhur, dan adiluhung. Pesantren dan Pendidikan Umum adalah lahan persemaian yang subur untuk membina dan menanamkan nilai-nilai agama dan budaya serta mengembangkan ilmu pengetahuan.
Dunia Internasional sekarang ini sangat prihatin dengan kerusakan lingkungan dan pemanasan global (global warming) yang ditandai dengan lahirnya Balai Road Map (Peta Jalan Balai) untuk memelihara kelestarian lingkungan. Pondok Pesantren dapat memberikan jawaban nyata untuk hal tersebut dengan menjadikan Al-Qur’an dan hadits sebagai acuan dasarnya serta pemahaman terhadap ayat-ayat kauniyah.
Atas dasar tersebut, maka Kerukunan Keluarga Besar Syekh Muhammad Ja’far melakukan Musyawarah dibawah pimpinan Prof. DR.H.M. Galib, MA didampingi oleh H. Ahmad Tahir, S.Ag sebagai Pencetus Utama yang bertempat di Bulu-Bulu Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng. pada tanggal 7 Maret 2007. Hasil Musyawarah tersebut telah menyepakati untuk membentuk sebuah Yayasan dengan tujuan mendirikan lembaga pendidikan Agama Islam sebagai tempat berkumpulnya Keluarga Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng dan dari hasil kesepakatan tersebut, pada tanggal 2 Mei 2007 diadakan kunjungan silaturrahmi ke Kabupaten Bone dan Sinjai, disanalah diadakan musyawarah yang merupakan lanjutan dari musyawarah pertama dengan mencetuskan pemberian Nama Lembaga Pendidikan yakni ” Syekh Muhammad Ja’far ” Pengesahan nama tersebut setelah dibacakan dalam ” Lontara ” oleh K.H.Abdul Fatta Badwi yang kini menjadi Ketua Dewan Penasihat Yayasan Pusat Syekh Muhammad Ja’far. Lontara ini mengisahkan perjalanan Syekh Muhammad Ja’far mulai berangkat dari Bagdad ( iraq ) menuju Aceh, dan Sulawesi dengan dua saudaranya yakni Syekh Abdul Gani dan Sitti Habibah, tujuan utama dari ketiga orang tersebut dijelaskan dalam Lontara Pertama yakni mencari orang tua mereka yang telah lama pergi berkelana ke Indonesia. Ayah mereka bernama Syekh Abdul Rauf. Tujuan kedua mereka adalah menyebarkan Agama Islam di Indonesia, yang diperkirakan sekitar abad ke-19. Dalam proses penyebaran Agama Islam di Indonesia ketiga bersaudara ini membagi tugas yakni Syekh Muhammad Ja’far mengajarkan bidang Syariah/Fiqih, Syekh Abdul Gani bidang Tasawuf, dan Sitti Habibah tidak mendapatkan tugas tetapi diketahui bahwa telah menikah dan kuburannya terletak di Aceh, kemudian pula Syekh Muhammad Ja’far dikuburkan di Balla’ Cippe’e Kab. Bulukumba dan Syekh Abdul Gani yang diabadikan sekarang sebagai nama Masjid Agung Bantaeng di Kuburkan di Tumbel Gani Kab. Bantaeng. Dari catatan sejarah diketahui bahwa asal mula masuknya ketiga bersaudara Syekh Muhammad Ja’far, Syekh Abdul Gani, dan Sitti Habibah ke Indonesia ketika meletus Gunung Tambora.
Dari penjelasan singkat tersebut, pendiri Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kab. Bantaeng merupakan keturunan dari Syekh Muhammad Ja’far yang bergabung dalam satu wadah Yayasan Pusat Syekh Muhammad Ja’far, Banyorang. Pendiri Yayasan Pusat Syekh Muhammad Ja’far, Banyorang, bukan hanya Putra Banyorang ( Bantaeng) tetapi juga dari daerah lain yakni Bulukumba, Sinjai, dan Kajuara (Bone ).
Pada tanggal 2 Mei 2007 M bertepatan dengan 14 Jumadil Akhir 1428 H Pengurus Yayasan Syekh Muhammad Ja’far dikukuhkan melalui rapat Istimewa Tim Formatur dan pada tanggal 17 Mei 2007 Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far diresmikan oleh Bupati Bantaeng yang dihadiri oleh Ka. Kandep Agama Kab. Bantaeng, Ketua DPRD.II Kab. Bantaeng, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Sosial, Naker dan Trans beserta pejabat lainya, bersamaan dengan acara tersebut diadakan pembacaan Sejarah Syekh Muhammad Ja’far yang di bacakan oleh Ketua Dewan Penasihat/Pembina Yayasan K.H. Abdul Fatta Badwi asal dari Kajuara ( Kab. Bone ) sebagai pemegang ”Lontara” dan akhirnya pada tanggal 24 Mei 2007, dibukalah penerimaan Santri Baru untuk tingkat TK, SMP Terpadu Pon-Pes Syekh Muhammad Ja’far, dan SMK Terpadu Pon-Pes Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kab. Bantaeng yang kini sedang berjalan dengan baik.
2. KEGIATAN PENDIDIKAN DAN CIRI KHAS PONDOK PESANTREN PESANTREN SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
a. Pendidikan Formal
Berdasarkan Undang-UndangNomor. 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan dan Undang-Undang No. 55 tahun 2007 tentang pendidikan Agama dan Pendidikan keagamaan. Pengurus Yayasan melakukan pembelian Tanah seluas 1,5 Ha. yang terletak di Bulu-Bulu Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng yang perbatasan dengan Kelurahan Banyorang dan Desa Bonto-Bontoa, dengan sumber dana dari Pengurus Yayasan dan Masyarakat setempat maka dibangunlah dua buah asrama ( Putra dan Putri ) dan dua ruangan darurat dengan cara gotong royong dan 100 % swadaya murni dari Pengurus Yayasan dan Masyarakat baik dari segi keuangan, material maupun tenaga. yang kini berfungsi untuk, SMP.TERPADU Pon-Pes Syekh Muhammad Ja’far Dengan Surat Keputusan Izin Operasional Nomor : 079 Tahun 2009, tanggal 26 desember 2009 No.Statistik Sekolah 202191003003, Nomor Pokok Statistik Nasional No. 40316730 dan SMK Terpadu Pon-Pes Syekh Muhammad Ja’far dengan Surat Keputusan izin Operasional No. 080 Tahun 2009, tanggal 26 Desember 2009, Nomor Statistik Sekolah 332191005003, Nomor pokok Statistik Nasional 40317313, sekarang membuka Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan, dengan ciri Khas Budi Daya dan Agrikultur Tanaman Perkebunan dan Pertanian Rencana untuk tahun depan kalau ruangan memungkinkan akan membuka Jurusan Tekhnologi Komputer dan Jaringan, jurusan tersebut sangat dibutuhkan dan mendesak untuk diadakan. Dikatakan TERPADU karena pada Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far, Pendidikan umum dipadukan dengan pendidikan agama, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum Kementerian Agama 100 % dan Kurikulum Pendidikan Nasional 100 % . Pertimbangan yang mendasari perpaduan kedua kurikulum ini, agar para lulusan atas binaan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far dapat melanjutkan studi ketingkat yang lebih tinggi tanpa mendapat hambatan, artinya dengan sertifikat lulusan dari Pon-Pes Syekh Muhammad Ja’far para santri akan dapat mengikuti tes masuk kelembagaan pendidikan yang lebih tinggi baik negeri maupun swasta, pertimbangan lain yang dianggap penting adalah para santri mampu bersaing dalam dunia pendidikan dengan berbekal ilmu agama dan ilmu umum yang cukup.
b. Pendidikan Nonformal
Disamping pendidikan formal, Pondok Pesantren juga menyelenggarakan berbagai pendidikan nonformal antara lain :
1. Pendidikan TK Terpadu Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far dengan Surat Keputusan Izin Opersional 078 Tahun 2009 Tanggal 26 Desember 2009, Nomor Statistik Sekolah 002191003003 dan Nomor Pokok Statistik Nasioanl 40317289
2. Pendidikan Diniyah Takmiliyah Wustha ( DT. Wustha ) Syekh Muhammad Ja’far dengan Status Terdaftar.
Dari pendidkan formal dan Non Formal , Pondok Pesantren juga menyelenggarakan pendidikan ekstrakurikuler dan Pendidikan Kepesantrenan antara lain
1. Keagamaan : Seni Baca Al-Qur’an, Dakwah, TK-TPA, Majelis Taklim, Pengajian Kitab Kuning dan Terjemah tempat Pelaksanaannya di Masjid Jabal Nur Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far pengelolaannya diatur oleh Pimpinan Kampus
2. Keterampilan : Bimbingan Bahasa Inggeris dan Arab, Pramuka,PMR, Pengembangan Pertanian dan perkebunan , Komputer, Kepemimpinan Dasar, Da’i , pembinaan Mental melalui LDK, dan Perkoperasian tempat Pelaksanaannya Biasanya dilakukan dilapangan Olah raga, atau ruangan Kelas Pengelolaannya di atur oleh Organisasi Kampus.
3. Olah Raga : Atletik, Volly Ball, Bulu tangkis, Tenis Meja, dan Takraw Pelaksanaanya dilakukan di Lapangan dibina langsung oleh Guru Pembina Olah raga
4. Kesenian : Tilawah, Qosidah Moderen, Nasyid Pelaksanaannya dilakukan di lapangan dan Ruangan yang dipadukan dalam proses Kegiatan DT. Wustha
c. Ciri Khas
Ciri khas pendidikan yang dimiliki Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far untuk bidang pertanian dan Kehutanan. Para santri dan pembina memanfaatkan waktu libur dengan melibatkan diri pada Kelompok-Kelompok tani dan Penyuluh pertanian, Praktek Kerja Industri selama 100 hari pada kantor pertanian, bahkan setiap saat menghadirkan tenaga pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten dan juga waktu libur dimamfaatkan untuk Pembinaan Mental seperti LDK ( Latihan Dasar Kemimpinan ) dan LKM ( Latihan Kader Muballiq) . Ciri Khas lainnya yang dimiliki oleh Pesantren ini adalah memantapkan kajian ayat-ayat kauliyah dan ayat-ayat kauniyah, kajian tersebut diharapkan pesantren Syekh Muhammad Ja’far melahirkan generasi pelopor dalam bidang Akhlak, intelektual, spritual, dan sosial guna melestarikan dan mendukung pembangunan lingkungan yang berwawasan spiritual, Oleh karnanya guru Produktif dan Guru muatan Lokal senantiasa dalam membimbing santri selalu memadukan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits yang dihubungkan dengan pertanian dan kehutanan, selain itu santri dilibatkan dalam Usaha Koperasi Pesantren pada bidang pertokoan dan LM3 khusus dibidang peternakan .
d. Santri dan Ustadz serta latar belakang Pendidikan
Adapun Total Jumlah Santri dan Ustaz berdasarkan latar belakang pendidikan sebagai berikut :
No Jumlah Santri Jumlah Tenaga Pendidik Latar Belakang Pendidikan
Tenaga Pendidik
Lk Pr Lk Pr < SLTA Diploma S1 S2 S3
Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr
Jumlah
Total
73
60
19
14
1
2
1
1
14
11
2
-
1
-
133
33
3
2
25
2
1
Dari jumlah total santri tersebut diatas 77 orang tinggal diasrama (mukim) dan 56 orang tinggal diluar Asrama ( tidak mukim ) khususnya santri yang disekitar kampus tidak diwajibkan tinggal Asrama mengingat daya tampung Asrama tidak memungkinkan, jadi santri yang tinggal diluar kampus hanya diwajibkan mengikuti pendidikan Formal dan pendidikan kepesantrenan.
Tenaga Pendidik sebagaimana jumlah tersebut di atas, dari 33 orang dalam melaksanakan tugas sebahagian bertugas di tingkat TK, SMP, SMK, DT. Wustha, Khusus Kepesantrenan, Ektrakurikuler dan ada yang bertugas khusus administrasi sekolah dan Pondok Pesantren.
3. SUMBER DANA DAN PENGEMBANGAN EKONOMI
1. Sumber Keuangan
Adapun sumber Dana yang dikelola di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far adalah bersumber dari :
~ Dana Bantuan Operasional Sekolah bersumber dari Anggaran APBN Mulai tahun 2009-sekarang
~ Dana Pendidikan Gratis bersumber dari APBD mulai tahun 2009-sekarang
~ Dana Bantuan Tambahan Biaya Makanan bersumber dari Kementerian Sosial mulai tahun 2010-sekarang
~ Dana Bantuan sosial melalui Wadah LM3 bersumber dari kementerian Pertanian mulai tahun 2010
2. Penggalian dana Pesantren
Selain dari sumber dana yang dikelola baik yang bersumber dari Pemerintah daerah maupun pusat , juga Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far melakukan penggalian dana melalui usaha-usaha sebagai berikut :
~ Koperasi Pondok Pesantren Al-Amanah melalui usaha Pertokoan, SP pengadaan Kebutuhan alat rumah Tangga dan Santri Sayang Orang Tua artinya Santri masuk Anggota Koperasi Orang tua bisa diberikan Pinjaman bagi yang sangat membutuhkan dengan sistem bagi hasil dengan sasaran Orang tua santri dan masyarakat sekitar Kampus
~ Zakat, Infak dan sedekah melalui usaha mengedarkan Blangko Zis kepada masyarakat khususnya para pengusaha dengan memamfaatkan Pengurus Organisasi Kampus
~ Membuka Loket Pembayaran rekening Listrik dengan usaha melakukan kerjasama kepada pihak PLN melalui Koperasi Pondok Pesantren
~ Melakukan Kultur Jaringan Tanaman Hias, Anggrek dan Anturium dengan usaha melakukan hubungan kerja dengan Pertanian
~ Membantu modal para pengelola industri kecil seperti Kerupuk Pisang, Bubuk Kopi Asli dan barang campuran dengan sistem Mudharabah guna mengantisifasi Rentenir yang sedang berkembang dimasyarakat.
~ Donatur Pengurus yayasan khususnya Pengurus Yayasan yang berstatus Pegawai Negeri dan pensiunan.
~ Percetakan Kop Surat dan Undangan
Dari hasil Penggalian dana tersebut Pengurus Yayasan untuk tahun 2010, telah menyelesaikan Pembangunan dua buah ruangan Belajar semi Permanen dan satu buah Masjid dan selebihnya digunakan untuk perbaikan asrama dan pemberian Honor kepada Pembina Asrama, kegiatan tersebut dilakukan dengan hasil musyawarah Pengurus yayasan yang telah dituangkan dalam Renstra dan RIP yang disusun setiap tahun setelah diadakan pertanggung jawaban pengurus didepan Masyarakat dan Orang tua santri.
4. Program Pengembangan
Melihat Lokasi Pondok Pesantren Moderen Syekh Muhammad Ja’far ini, berada di hulu pada kawasan pertanian dan kehutanan, sehingga kehadirannya justru akan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dari aspek pertanian sekaligus akan memelihara kelestarian lingkungan, pada posisi lain, memiliki mamfaat yang sangat besar bagi masyarakat hilir, yang selama ini sering dikagetkan oleh banjir dari hulu. Oleh Karena itu, Yayasan Pusat membuat Visi Misi tidak lepas dari situasi dan kondisi di mana Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far berada, adapun Visi Misi Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far sebagai berikut :
Visi :
Pondok pesantren Syekh Muhammad Ja’far sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan kajian ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah menuju kepeloporan dalam bidang akhlak dan intelektual yang berwawasan lingkungan.
Misi :
a. Memantapkan kajian al-qur’an dan hadits sebagai sumber ajaran Islam
b. Memantapkan kajian ayat-ayat kauniyah untuk memelihara kelestarian lingkungan
c. Mengintegrasikan ayat-ayat qauliyah dengan ayat-ayat qauniyah guna mendukung pembangunan berwawasan lingkungan.
d. Melahirkan generasi pelopor dalam bidang akhlak, intelektual, spritua,l dan sosial
Program Pengembangan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far memiliki program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Program-program yang dimaksud akan dituangkan dalam RIP ( Rencana Induk Pengembangan ) serta dirumuskan dalam Renstra ( Rencana Strategis ) .Pemaparan tentang program baik jangka pendek, panjang, ataupun menengah yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far yang berlandaskan pada visi dan misi pesantren sebagai berikut:
1. Program Jangak Pendek
a. Mengadakan pengajian dengan menjadikan Masjid sebagai basisnya, baca tulis dan terjemah serta tahsin qira’ah Al-Qur’an
b. Menambah tempat pemondokan santri dan pembina serta ruang kelas darurat.
2. Program Jangka menengah
a. Membuka program pendidikan formal sistem satu atap mulai Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah menengah, dengan ciri khas integrasi keilmuan dari Al-Qur’an dan hadits dengan ilmu pengetahuan, khususnya terkait dengan pertanian dan kehutanan.
b. Menyiapkan Pondok Permanen untuk pembina dan santri serta ruang kelas permanen serta perangkat-perangkat pendukung lainnya.
c. Membangun Asrama panti Asuhan
d. Mengembangkan Jaringan yang luas Koperasi Pondok Pesantren
3. Program Jangka Panjang
a. Memantapkan sistem pendidikan pesantren dan sistem pendidikan formal klasikal dengan ciri khas yang dimilikinya sampai pada jenjang pendidikan tinggi.
b. Membuka MAK, Ma’had ’Aly ( Pesantren Tingkat Tinggi ) yang sekaligus berfungsi sebagai pendidikan kader ulama.
c. Melakukan pengembangan dan perluasan kawasan pesantren sehingga memungkinkan terpisah antara lokasi Pondok Putra dan Pondok Putri.
d. Membangun Masjid yang representatif .
e. Membangun sarana dan fasilitas olah raga dan seni serta keterampilan lainnya.
f. Membangun pondok khusus untuk para Huffaz .
g. Membangun Laboratorium pertanian dan kehutanan .
h. Membangun Penginapan.
Dari program pengembangan tersebut, dimungkinkan dapat terlaksana dengan baik karena ditopang oleh beberapa faktor pendukung seperti :
1. Lokasi strategis sehingga muda dijangkau.
2. Sangat memungkinkan untuk dilakukan perluasan lokasi pengembangan .
3. Tersedia tenaga yang memadai, baik pembina maupun tenaga guru.
4. Mendapat dukungan luas dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, pemuka agama dan masyarakat umum.
5. Sangat terbuka peluang untuk melakukan dan mengembangkan networking dengan berbagai pihak, baik negeri maupun swasta, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.
Secara umum Program tersebut di atas, didalam pengembangan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng, secara rinci dapat dibagi beberapa bagian sebagai berikut :
1. Pengembangan Kelembagaan Pondok Pesantren
Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang selama ini seringkali dianggap lapisan bawah, Pondok Pesantren telah memberi sumbangan besar terhadap pengembangan masyarakat di sekitarnya. Namun demikian, karena Pondok Pesantren merupakan lembaga keagamaan, sebagian besar cenderung kurang memperhatikan pengembangan ekonomi. Usaha Pondok Pesantren untuk menjadi lembaga mandiri, khususnya dalam hal pendanaan, meniscayakan pondok pesantren lebih berfokus pada agribisnis.
Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far, memiliki hubungan yang sangat baik dan kedekatan mereka dengan masyarakat setempat. Karena pondok pesantren ini, berada di tengah-tengah kawasan pertanian, dan kehutanan, maka pesantren ini berada dalam posisi strategis untuk menjadi penganjur dan tempat keunggulan di bidang pertanian, Kehutanan dan peternakan.
Dalam hal ini Pemerintah Daerah diharapkan memberikan dukungan kepada Pondok Pesantren ini, melalui penyediaan input di bidang agribisnis melalui Program Pengembangan Pondok Pesantren Berbasis Agribisnis, sebagai bagian integral dari Pembangunan Bidang Agama dan Keagamaan untuk mempercepatan pencapaian visi Kabupaten Bantaeng. Dengan demikian pembangunan bidang pertanian, peternakan dan kehutanan dipahami sebagai bagian dari pembangunan bidang agama, apalagi Pesantren Syekh Muhammad Ja’far mengembangkan pendidikan formal Sekolah Menengah Kejurusan Pertanian yang berfokus pada agribisnis tanaman perkebunan. Dengan begitu para santri pada pondok pesantren ini diharapkan menguasai dengan baik agribisnis budidaya perkebunan yang dilandasi dengan ayat-ayat al-Qur’an dan hadis. Pada saat yang sama santri juga diharapkan memiliki kemampuan menyampaikan pesan-pesan agama melalui mimbar.
Pengembangan Pondok Pesantren berbasis agribisnis harus dimulai dari tiga elemen, yaitu: pengembangan/penguatan kelembagaan untuk meningkatkan kapasitas, Pondok Pesantren dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal masyarakat. Pengembangan sumber daya manusia bagi pengelola Pondok Pesantren dan anggota masyarakat yang dipilih untuk mendukung pengembangan agribisnis. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai "Model Inkubator" untuk pengembangan agribisnis berbasis masyarakat di wilayah sekitarnya.
Langkah awal dilakukan dengan mengadakan sebuah lokakarya mini antara Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM dan Pondok Pesantren yang akan dijadikan percontohan. Dalam lokakarya ini, diharapkan diperoleh persepsi yang sama untuk menguji coba pendekatan baru, dalam Pengembangan Pondok Pesantren Berbasis Agribisnis. Dinas Peternakan Kabupaten Bantaeng, bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan peternakan teknis, dan Dinas Koperasi bertanggung jawab atas pemberian penguatan Modal Usaha untuk pengembangan kelembagaan, sumber daya manusia dan sumber daya Alam . Dan melakukan pendampingan yang memiliki banyak pengalaman dalam bidang pengembangan masyarakat dan pelatihan, bekerjasama dengan Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM mengadakan pelatihan pengembangan kelembagaan, pembangunan kewirausahaan, manajemen usaha kecil, dan pengembangan kelompok masyarakat mandiri. Dinas Peternakan dan Dinas Koperasi diharapkan Banyak memberikan perhatian kepada Pondok Pesantren secara terus menerus, untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam pembangunan agribisnis. Dukungan itu antara lain berupa kunjungan lapangan dan pertemuan rutin. Pelatihan khusus yang diadakan mencakup: Organisasi dan Manajemen Bisnis, Kewirausahaan dan Studi Kelayakan, Pengerahan dan Pengelolaan, Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan , Pengembangan Kemitraan dan Kerja sama Pengembangan Dana yang Efektif , Hasil yang diharapkan lewat intervensi ini adalah: Terbentuknya unit khusus yang disebut “Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) dan terbentuknya Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) “ untuk mengelola pengembangan agribisnis di Pondok Pesantren. “LM3 dan Kopontren “ harus menjalin kerja sama dengan beberapa Instansi terkait di Kabupaten Bantaeng maupun dari luar, “LM3 melakukan proyek penggemukan dan pengembangan sapi Potong dengan bantuan dana Sosial Penguatan Modal Usaha dari Kementerian Pertanian. Untuk membantu kebutuhan makanan para santri khususnya santri bagi anak yatim Piatu, dan Terlantar, Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far melalui hubungan kerja pada Kementerian Sosial mendapatkan bantuan Dana Tambahan Makanan.
Dalam penguatan kelembagaan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far melibatkan beberapa tenaga ahli dari Dinas Peternakan, Koperasi dan Sosial, untuk mendapatkan bimbingan dan pelatihan baik teknis maupun non teknis dan pengembangan kelompok masyarakat mandiri, untuk mengembangkan usaha yang dikelola selama ini,
Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kab. Bantaeng, terus melakukan aktualisasi diri melalui media, di antara melalui tulisan-tulisan atau berita kegiatan dengan bekerjasama dengan Pers seperti pengelola Lintas Sulawesi, Majalah Al-Marhamah yang dikelola oleh Kementerian Agama untuk memperkenalkan program kegiatan baik dalam bidang keagamaan maupun bidang agribisnis. Kesemua ini memberikan kontribusi terhadap kesinambungan program pengembangan Pondok Pesantren Berbasis Agribisnis.
Berbicara Program pengembangan Pondok Pesantren Syekh muhammad Ja’far mengacu pada dasar pemikiran berdasarkan situasi dan kondisi daerah untuk mendukung akselerasi pembangunan Otonomi Daerah.
Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far telah mengkaji keilmuan yang memadukan ayat-ayat qauliyah dengan ayat-ayat kauniyah, khususnya terkait dengan pertanian dan kehutanan, sehingga materi pelajaran yang bersifat produktif semuanya dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits.
Pengembangan Kelembagaan lainnya yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far dalam pemberdayaan masyarakat baik dibidang ekonomi, pembangunan, sosial dan pendidikan anak yang berada di daerah terpencil ,berupa pembinaan anak yang tidak mampu membiayai sekolah melalui panti asuhan. Untuk itu, pondok pesantren Syekh Muhammad Ja’far juga mendirikan Panti Asuhan yang diberi nama Panti Asuhan az-Zahrah.
Pada sisi lain, kegiatan rutin yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren adalah Pengajian Umum. Untuk kegiatan ini, telah dibentuk Majelis Ta’lim. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pengajian rutin dilaksanakan tiga kali satu bulan. Untuk kegiatan Majelis Ta’lim ini, diasuh langsung Prof. DR.H.M. Galib, MA yang melibatkan masyarakat sekitar pesantren, orang tua santri, pengurus Yayasan, dan pembina pesantren. Pembinaan yang diberikan berupa penyuluhan dan pembinaan agama melalui Majelis Taklim dan Safari Jum’at, serta kegiatan silaturrahmi setiap libur semester dalam lingkup Kerukunan Keluarga Besar Syekh Muhammad Ja’far yang ada di Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng sekaligus melanjutkan perjalanan studi banding pada pesantren yang ada dalam lingkup daerah tersebut.
2. Pengembangan Akademik
Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far menerapkan sistem Pengembangan Akademik selain dari kegiatan proses belajar mengajar juga dilakukan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan itu ekstrakurikuler yang diterapkan antara lain : Pembentukan Organisasi Santri (Kampus), Pramuka, pembinaan seni (Seni Musik/Qasudah, Seni Baca Tulis Al-Qur’an dan Seni Sastra), pengelolaan Ekonomi/Pertokoan, Ubudiyah atau masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan santri setelah menyelesaikan pendidikan dan kembali kemasyarakat, sehingga pengembangan ini diharapkan para alumni Pondok Pesantren Syekh muhammad Ja’far mampu lebih mandiri. Adapun Pola pembinaan Akademik pada Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far antara lain :
1. Pembinaan dan pembimbingan santri secara intensif agar mereka mampu menguasai mata pelajaran sekaligus dapat lulus dalam ujian.
2. Pembimbingan santri secara intensif dalam bidang pembinaan karakter dan akhlak mulia yang terimplikasi dalam bentuk tatakrama yang santun antara semua elemen di lingkungan pondok pesantren.
3. Membina dan membimbing santri yang mempunyai bakat dalam bidang penembangan diri agar mampu bersaing ketika mengikuti perlombaan baik ditingkat lokal, maupun ditingkat propinsi.
4. Memberikan tugas-tugas yang dapat mendorong santri memiliki semangat militansi, kreativitas, loyalitas, dan jiwa dedikasi yang tinggi;
5. Pengarahan dan pembinaan kehidupan para santri tiap-tiap Mantika, untuk memudahkan pembinaan para santri dikelompokkan berdasarkan keahlian / bakat dan minat masing-masing siswa yang diistilahkan Mantika;
6. Membina dan membimbing santri agar mempunyai sikap kepemimpinan dan mental yang kuat dan mandiri melalui kegiatan LKM, LDK, dan Kultum setiap selesai salat berjamaah. Kegiatan ini dilksanakan dengan metode pada saat selesai salat berjamaah santri secara bergilir tampil di depan teman-temannya yang diatur oleh masing-masing Mantika untuk memberikan ceramah singkat selama tujuh menit atau disebut kuliah tujuh menit atau kultum. Mantika juga berfungsi mengatur segala aspek kegiatan di asrama, seperti adminstrasi, usaha, pengajaran, perpustakaan, keuangan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah komsumsi dan penerimaan tamu di asrama.
Untuk membina para santri dibentuk Organisasi Asal Daerah ( Orsasda), Organisasi ini bertugas menyampaikan informasi ke daerah siswa masing-masing mengenai Program Visi Misi Pondok Pesantren dan bertugas melakukan rekruitmen penerimaan Calon Siswa Baru, pembinaan tersebut sekaligus berfungsi untuk dijadikan wahana pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kreativitas para santri di dalam kampus denn periode kepengurusan setiap dua tahun.
3. Pengembangan Keagamaan
1. Pembinaan hafidz/hafidzah, Tilawah dan tadarrus.
2. Mengadakan kajian-kajian keagamaan utamanya kitab-kitab yang diwajibkan di pondok pesantren.
3. Melakukan pembinaan bagi santri laki-laki seperti latihan baca khutbah, latihan jadi Imam shalat, adzan untuk ditugaskan di masyarakat yang membutuhkan.
4. Melakukan pembiasaan-pembiasaan ibadah-ibadah tertentu seperti puasa senin kamis, shalat tahajjud, yasinan pada malam jum’at.
5. Mengadakan tahlilan pada keluarga masyarakat yang kena musibah.
6. Melakukan Shalat duha
7. Tadarus setiap hari dalam kelas sebelum jam pertama.
4. Pengembangan Keterampilan
Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far, melakukan kegiatan keterampilan dengan menggunakan alat apa adanya, adapun keterampilan yang dilakukan sedang berjalan sbb :
1. Membina keterampilan agama seperti, parktek merawat jenazah. Baca khutbah dan ceramah.
2. Membina keterampilan pertanian melalui muatan local
3. Membina keterampilan berbicara melalui Latihan Dasar Kepemimpnan (LDK), Latihan Kader Mubaligh (LKM)
4. Membina keterampilan menjahit, computer, Seni Kria.
5. Keterampilan membuat Pupuk Kompos, dan organic dengan memamfaatkan kotoran atau sampah yang ada disekitar pondok pesantren
6. Membina keterampilan memelihara berbagai jenis bunga termasuk jenis anggrek dan anturium
7. Sedang dalam proses pembuatan Biogas dengan menggunakan kotoran sapi, untuk disalurkan ke asrama-asrama untuk digunakan memasak oleh para santri .
5. Pengembangan kompotensi Ustadz
Untuk meningkatkan Kompotensi Ustadz/Pembina Pondok Pesantren, mengadakan kegiatan ilmiah bagi para tenaga guru-guru dengan mengundang pada pakar yang mempunyai keahlian Agama dan Pendidikan umum setiap triwulan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengadakan evaluasi guru dan pembina. Setiap malam minggu diadakan pula Musyawarah Guru dengan bergantian menjadi pasilitator yang diistilahkan sebagai membimbing teman sejawat yang dipandu langsung oleh Direktur I bidang ketenagaan dan Administrasi.
Selain dari pengembangan kompotensi tersebut, semua guru umum diberi tugas untuk mencari ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits yang dihubungkan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan kepada santri seperti IPA mencari dalil naqli yang berhubungan dengan IPA dan Matematika mencari Dalil Naqli yang berhubungan dengan Matematika dst. Pesantren juga memberikan peluang kepada guru-guru dan pembina untuk melanjutkan pendidikan baik diperguruan tinggi maupun pendidikan Kader Ulama yang dibina Langsung oleh Majelis Ulama Indonesia. Dengan memberikan bantuan moril maupun materil sesuai dengan kemampuan Dana Anggaran Yayasan.
Selain tersebut di atas, dalam meningkatkan Kompotensi para ustaz, juga diwajibkan mengikuti program-program kegiatan baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama maupun dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Nasional juga dilaksanakan oleh lembaga atau organisasi lain. Seperti :
1. Mengikuti pelatihan (worshop)
2. Pembinaan khusus oleh pimpinan Pesantren secara rutin setiap bulan sekaligus menjadi evaluasi kinerja para ustadz
3. Mengadakan dialog-dialog keagamaan antar sesame Pembina.
4. Mengadakan studi Banding ke Pesantren-pesantren
Alamat
Jl. Pendidikan No.24 Banyorang Utara Tlp. (0413) 2425182-2425041. Kode Pos. 92461 Kelurahan Banyorang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng Sul-Sel
Tahun Berdiri
2007
Pendiri
Prof. DR.H.M. Galib Mattola, MA
H. Ahmad Tahir, S.Ag
Jumading Ali, S.Ag
Dra. Hj. St. Hajrah
Muhammad Alwi,S.Pdi
Ciri Khas :
~ Agrobisnis Tanaman Perkebunan
~ Tafsir & Penanaman Budi Pekerti
POTO-POTO PONDOK PESANTREN
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
YAYASAN PUSAT SYEKH MUHAMMAD JA’FAR
BANYORANG KECAMATAN TOMPOBULU
KABUPATEN BANTAENG PROPINSI SULAWESI SELATAN
Sekretariat : Jl. A.Bakri No.24 Bulu-Bulu Banyorang Tlp. 0413-2425041, 0411-888073
13 Mei 2011 pada 7:13 pm
Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan, sangat butuh pengadaan asrama santri dan ruang kelas baru, semoga ada perhatian dan perjuangan kepada pihak yang terkait.
wassalam Timnya Pak Nizar
Pimpinan
Prof.DR.H.M.Galib,MA H. Ahmad Tahir,S.Ag
Ketua sekretaris