H. Muhammad Nasir Djamil, S.Ag

ijrsh for okv

BUKU TAMU WAKIL RAKYAT

Info, Saran & Kritik (INTERAKTIF)

Silahkan menuliskan apa saja
kepada publik tentang tokoh ini.

.

- Dapil : NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1
(Meliputi) : Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Barat Daya, Kab. Aceh Besar, Kab. Aceh Jaya, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Kota Banda Aceh, Kab. Nagan Raya, Kab. Simeulue, Kab. Gayo Luwes, Kota Sabang, Kab. Aceh Tenggara, Kab. Pidie, Kab. Pidie Jaya
- No. Anggota : A-44
- Fraksi : Partai Keadilan Sejahtera
- Komisi : Hukum, HAM, Keamanan (Komisi III)

UPDATE *

(Email/HP/FB/Web/Blog, dll)

* : tidak/belum ada/in progress

” WAKIL RAKYAT DIPILIH & PERLU DIKONTROL OLEH DAN UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT ”

Biografi, Rekam Jejak, Prestasi, Organisasi, Kompetensi, Ideologi, Janji Kampanye, Kinerja Saat Menjabat, Kasus Hukum, Sumber Kekayaan, Sumber Kekuasaan, Background Pendidikan, Info Media, Bebas KKN

H. Muhammad Nasir Djamil, S.Ag

Daerah Pemilihan : Nanggroe Aceh Darusallam I
Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 22 Januari 1970
Alamat Tempat Tinggal :    Wisma DPR RI Blok B-1 No.130 RT 04/05
Kel Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status Perkawinan : a. Kawin
b. Nama istri : Khasanah
c. Jumlah anak 5 ( Lima ) orang
Pekerjaan Sekarang : Anggota DPR RI, Jakarta
Pendidikan Terakhir : IAIN Ar-Raniry, Aceh, 1996
Perolehan Suara : 44.039

Tuliskan INFO APA SAJA tentang tokoh ini pada kolom komentar.

vox populi vox dei

4 Tanggapan ke “H. Muhammad Nasir Djamil, S.Ag”

  1. Uwais Moballeghi Says:

    Secara kjebetulan saya saat ini melihat arakata ini dengan pengumuman boleh menulis apa saja tentang tokoh ini. Sering kita dengar di “warung-warung kopi” bahwa yang namanya tokoh adalah penipu. atau penokoh. Kemudian DPR juga sering kita dengar di Warung-warung kopi juga adalah Dewan Penipu Rakyat. Mungkin sebahagian orang yang mengklaim dirinya sebagai orang yang punya sopan santun tidak sopan kita bicara seperti ini, apa lagi itu omongan orang rendahan di warung-warung kopi. Sepintas sepertinya benar pikiran orang sopan tadi tetapi perlu dipahami bahwa di Prancis, negara yang jauh lebih maju dibandingkan Indonesia justeru di warung-warung kopi terbentuk pikiran-pikiran yang kritis, untuk selanjutnya mendapat pengakuan pemerintah. Lalu ide-ide yang tertuang di warung-warung kopi kemudian dibawa ke seluruh University.

    Dari itu keliru sekali kalau kita katakan warung kopi sebagai tempat orang-orang rendahan. Khususnya di Indonesia dan Acheh warung kopi juga merupakan tempat para kritikus berdiskusi dimana kritik lazimnya dialamatkan kepada penguasa yang korup dan hipokrit. Para kritikus warung kopi itu umumnya terdiri daripada sipil non pemerintah. Mereka adalah pembela kaum mustadhafin termasuk diri mereka sendiri adalah bahagian dari kaum tersebut. Indonesia sejak dari Suharto sampai Yudhoyono sekarang ini tetap saja dikuasai para koruptor hingga korupsi sudah mendarah daging. Korupsi tersebut bukan saja di lakukan oleh pejabat kelas kakap (baca sejak dari presiden, wakil presiden, para mentri, para gubernur, para bupati, para camat dansemacamnya) tetapi juga tidak kurang di gedung-gedung DPR (hingga dipelintir orang warung kopi sebagain Dewan Penipu Rakyat) Ini adalah realitanya. Kalau anda tidak tau korupsi juga menjamur di kalangan Dewan Penipu Rakyat, terindikasi anda termasuk orang yang “ngantuk” dalam hidup ini atau penjilat nomor wahid demi menggapai finansialnya.

    Sehubungan keterangan diatas maka kami dari warung-warung kopi tidak pernah bangga melihat orang-orang macam Haji Mamad Jamil ini beserta seluruh penipu-penipu Rakyat yang foto mereka terpampang di “Warung Koruptor” ini. Allah swt berfirman: “…….Barang siapa yang tidak menghukum dengan hukum yang diturunkan Allah, mereka itu adalah kafir…….”. Sesuai dengan ayat 44 surah al Maidah ini, mau lari kemana mereka kelak? Adakah diantara mereka yang segera meninggalkan lapak zalim ini setelah membaca keterangan angku di Tampokdjok Ini? Sepertinya tidak seorangpun, kenapa? Sebabnya mereka telah lama sekali menzalimi kaum mustadhafin Indonesia terutama sekali yang tinggal di bawah titi kota metropolitan, di gubuk-gubuk derita dan di tempat-tempat kumuh lainnya. Perlu kita garisbawahi bahwa sesuai ayat tersebut diatas yang kafir disisi Allah bukan saja para Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif saja tetapi siapapun yang bersatu padu dalam system yang despotik, korrupt dan hypocrite tersebut kecuali orang-orang yang terpaksa…..

    Saya tutup koment ini dengan kalimat: ” Disisi “pak turut” mereka yang photonya terpampang disini adalah orng hebat atau tokoh sedangkan disisi Allah mereka adalah budak-budak modern” Saya merasa puas kali ini sebab sempat menasehati mereka agar bertaubat kendatipun tak seorangpun dari mereka ini yang sadar untuk taubat. Terakhir kita tutup dengan ayat tempelakan dari Allah swt: “Bukankah sudah kuperintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak tunduk patuh kepada syaithan. Sesungguhnya syaithan itu mu suh yang nyata bagi kamu. Dan tunduk patuhlah kepada Ku. Inilah jalan yang selu rus-lurusnya. Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar dian tarakamu. Apakah kamu tidak berfikir? Inilah neraka Jahannam yang dulu kamu diancam (dengan nya). Masuklah kamu kedalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan dan kaki Kami minta kesaksian terhadap apa yang telah mereka kerjakan dahulu” (QS,36: 60-65)

    Barakallah li walakum…
    (angku di Tampookdjok)

  2. saipul bahri,S.Pd.I Says:

    ass bang nasir tolong bek nepetuwoe kelon yang tulong droe neh wate jeut ke timses pidie
    lon saipul .nyoe nor hp lon 085260863652

  3. feby Says:

    pak jangan biarkan hukum dibeli oleh orang kaya

  4. Silahudin Says:

    Seringkali hukum hanya dijadikan alat kekuasaan. bapak sebagai komisi III, berjuanglah bagaimana keadilan di bumi ini ditegakkan. Salam


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.