Home » DPR 2009-2014 » Taslim, S.Si

Taslim, S.Si

Jangan pilih kucing dalam karung. Pertanyaanya: "ada ga kucingnya?". Silahkan googling nama para caleg, lalu copaskanlah hasil pencarianmu pada halaman para caleg tersebut. Komentar dan TESTIMONI berupa Kesaksian Rekam Jejak Caleg akan sangat berguna serta dapat menjadi petunjuk bagi para pemilih yang buta caleg maupun parpol. Komentar disertai Promo dan atau HP, Email adalahSPAM (terblokir).

Komentar - Komentar Terblokir

Statistic Content & Rating Caleg

PENDIDIKAN POLITIK PUBLIK

ijrsh for okv

BUKU TAMU WAKIL RAKYAT

Info, Saran & Kritik (INTERAKTIF)

Silahkan menuliskan apa saja
kepada publik tentang tokoh ini.

.

– DAPIL

:

SUMATERA BARAT 2

(Meliputi)

:

Kab. Pasaman, Kab. Pasaman Barat, Kota Payakumbuh, Kab. Lima Puluh Koto, Kota Bukittinggi, Kab. Agam, Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman

– No. Anggota

:

A-106

– FRAKSI

:

Partai Amanat Nasional

– KOMISI

:

Hukum, HAM, Keamanan (Komisi III)

UPDATE *

(Email/HP/FB/Web/Blog, dll)

* : tidak/belum ada/in progress

” WAKIL RAKYAT DIPILIH & PERLU DIKONTROL OLEH DAN UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT ”

Biografi, Rekam Jejak, Prestasi, Organisasi, Kompetensi, Ideologi, Janji Kampanye, Kinerja Saat Menjabat, Kasus Hukum, Sumber Kekayaan, Sumber Kekuasaan, Background Pendidikan, Info Media, Bebas KKN

Taslim, S.Si
Daerah Pemilihan : Sumatera Barat II
Tempat/Tanggal Lahir : Baso, 11 Agustus 1970
Alamat Tempat Tinggal :   Tanah Sirah No.28,Tanah Sirah,Lubuk
Begalung, Padang,Sumatera Barat
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status Perkawinan : a. Kawin
b. Nama istri : Dian Evany Martha,Akt
c. Jumlah anak 1 (satu) orang
Pekerjaan Sekarang : Anggota DPRD Prov.SUMBAR
Pendidikan Terakhir :   S-1 Univ.Andalas
Perolehan Suara : 15.688

Tuliskan INFO APA SAJA tentang tokoh ini pada kolom komentar.

vox populi vox dei


3 Comments

  1. mairizaldi says:

    SEKOLAH Ukur Matur (Suma), seolah dikhianati waktu. Terbenam dalam hiruk-pikuk zaman. Dipencilkan oleh sejarahnya sendiri, padahal Suma, menyediakan masa depan yang baik bagi peserta didiknya.
    Sekolah itu sepi sendiri. Hanya tiga lokal dan satu lokal lain terpisah. Sepintas, tidak seorang pun yang percaya, jika itu sekolah langka dan terkenal.
    Memasuki ruangan belajar, disambut lantai yang kotor. Meja tak cukup. Beberapa foto alumni ditempel di dinding. Tidak ada lampu listrik, yang ada instalasi kosong belaka.
    Ketika awak redaksi datang, seorang guru mencogokan kepalanya. Segelintir murid sedang menggambar di atas meja yang tak layak.
    Padahal Suma telah menghasilkan pakar-pakar ilmu ukur. Didirikan 1938 oleh pemerintahan Kolonial Belanda untuk menghasilkan tenaga yang dipekerjakan guna mengukur kebun rakyat, untuk kepentingan pajaknya.
    Sekolah kemudian pindah-pindah lokasi di Matur. Pada 1978 dikelola oleh Yayasan Pendidikan Matur. Nama sekolah ini terkenal kemana-mana. Suma adalah sekolah dengan nama yang terkenal. Tapi, nyatanya, “nama tak seindah rupa”
    Sekolah ukur satu-satunya di Sumatra itu setingkat dengan D1, yakni seluruh muridnya tamatan SMA. Kini sekolah itu bagai dikhianati waktu. Betapa tidak, meski alumus Suma mempunyai kompetensi yang tidak bisa diragukan lagi di bidang ilmu peng ukuran tanah, kondisinya kini sagat memprihatinkan.
    Bangunan sekolah yang terletak di dataran tinggi Matur itu memang tak terawat lagi. Cat bangunan kumal dan terkelupas, plafon bangunan juga mulai terkelupas. Fasilitas belajarnya mulai dari meja, bangku dan alat penunjang proses belajar dan mengajar lainnya seadanya saja.
    Sebelumnya, masih terdapat empat orang guru yang masih berdedikasi di sekolah ukur satu-satunya itu. Kini, tinggal seorang. Ia guru, ia kepala sekolah, ia menjaga sekolah, ia panasehat akademis. Segalanya ia lakukan. Namanya, Nofriandi, 39. Ayah dua anak ini, habis mengajar langsung ke sawah.
    Suma kini memiliki 17 orang murid, rata-rata dari Riau. Juga ada dari Bengkulu. Lama pendidikan satu tahun. Biaya belajar Rp2 juta/tahun. Sekolah ini hadir dengan status terdaftar
    Nofriandi adalah alumni Suma tamatan 1993. Pada 1995 ia langsung mengajar sampai sekarang.
    Jam belajar dari pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB, tiap hari, kecuali Minggu. Teori 40 persen dan praktik 60 persen. Tahun ajaran dimulai September. Dulu sebelum krisis moneter siswanya mencapai 100 orang. Kini, itu tadi, 17 orang saja.
    Langsung bekerja
    Meski kondisinya sudah tidak layak lagi disebut sebagai sebuah sekolah di tengah-tengah kemajuan pembangunan dan teknologi saat ini. Tapi hal itu tidak sedikitpun menyurutkan semangat murid-murid dan gurunya dalam proses belajar mengajar di sekolah itu.
    Sebut saja Roni, salah seorang siswa di sekolah itu yang datang dari Riau. Ia mengaku, mengenal Suma ini dari salah seorang almuni yang saat ini bekerja pada Badan Pertanahan (BPN) Riau. Menurutnya, sekolah di Matur mempunyai pengalaman tersendiri.
    Ia juga mengaku, sebelum belajar di Suma bekerja di BPN Riau. Namun untuk lebih memantapkan pengetahuannya tentang ilmu ukur, ia rela melepaskan pekerjaannya sebagai pegawai honorer itu.
    Iaa berharap, agar pemerintah memperhatikan sekolah itu. Ia juga meminta pada pemerintah untuk memfasilitasi dengan berbagai alat penunjang proses belajar mengajar seperti komputer, meja gambar GPS, keker dan alat penunjang lainnya.
    “Kami harap, sekolah ini diberi bantuan peralatan. Sebab, yang ada di sini, selain sudah tua, juga merupakan alat manual semua,” kata Roni kepada Singgalang saat ditemui sedang belajar di Suma, dalam acara Raun-raun Panik Awak Redaksi Singgalang di Agam, Jumat (4/3).
    Begitulah Suma yang terletak di Surau Lua, Jorong Banda Gadang Matur. Matur adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Agam. Sebagai sebuah wilayah administratif di kabupaten, Matur mempunyai beberapa nagari yaitu Lawang, Matua Hilia, Matua Mudik, Panta Pauh, Parik Panjang dan Nagari Tigo Balai.
    (tedy/syawaldi)

    mohon perhatian dan bantuan.

  2. sungguh memprihatinkan sekali, ondehhhh urang rantau dan pemerintah bantulah sekolah SUMA yang telah berjuang mencetak para tukang ukur.

Berpartisipasi Untuk INDONESIA 2014 Yang Lebih Baik

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

← Rekam Jejak Politisi Indonesia

KLIK DISINI 560 CALEG TERPILIH PEMILU 2014 ANGGOTA DPR R.I.

Anggota DPR R.I. 2009-2014

Anggota DPD R.I. 2009-2014

Berdasarkan IP address, dlsb; tiap tindakan Anda tunduk terhadap hukum. Patuhilah NETIKET agar anda direspon publik secara positif. Kenali seluruh caleg di setiap dapil. Klik Indonesia, lalu klik Kab/Kotamu. Perhatikan seluruh wajah calegmu. Klik FOTO (halaman caleg) atau klik BIOCALEG (Riwayat Hidup Caleg). Berkomentarlah (TESTIMONI) atau berikan rekomendasi (RATE THIS) caleg layak coblos klik jempol atas.

Statistik Blog by WP & Google

  • 1,143,403 hits by public, voters, candidates & campaign team
%d bloggers like this: