Home » Hukum » Cara Penghitungan dan Simulasi Pemilu 2014

Cara Penghitungan dan Simulasi Pemilu 2014

Jangan pilih kucing dalam karung. Pertanyaanya: "ada ga kucingnya?". Silahkan googling nama para caleg, lalu copaskanlah hasil pencarianmu pada halaman para caleg tersebut. Komentar dan TESTIMONI berupa Kesaksian Rekam Jejak Caleg akan sangat berguna serta dapat menjadi petunjuk bagi para pemilih yang buta caleg maupun parpol. Komentar disertai Promo dan atau HP, Email adalahSPAM (terblokir).

Komentar - Komentar Terblokir

Statistic Content & Rating Caleg

PENDIDIKAN POLITIK PUBLIK

Photo: Simulasi Online Pemilu 2014http://wp.me/PgCw5-2M3Referensi UU RI No. 8 Thn. 2012 ttg Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
APLIKASI PEMILIH & SIMULASI AMBANG BATAS 3,5% PARTAI POLITIK

….

a. Penetapan Perolehan Suara

Agar disertakan dalam penghitungan setiap kursi legislatif, perolehan suara parpol harus sebesar minimal 3,5% dari jumlah suara sah secara nasional (Pasal 208). Hal ini sebagai syarat ambang batas perolehan suara minimal atau parliamentary threshold (PT). Guna aplikasi semata dirujuk hal berikut:

Bila DPT sebesar 186 juta (web kpu). Misalkan (prediksi) golput+suara batal/tidak sah adalah 40% (74,4 juta), maka suara sah nasional menjadi 111,6 juta. Dengan demikian besaran (3,5%) PT menjadi 3,9 juta suara.

Parpol yang tidak mencapai (3,5% PT) 3,9 juta suara nasional, otomatis gagal memperoleh kursi DPR, DPRD Provinsi maupun DPRD Kab/Kota disetiap daerah pemilihan (P.209). Artinya para caleg parpol sedemikian ini tidak akan menjadi anggota legislatif di tingkat manapun. Suara parpol non PT tersebut akan terbuang sia-sia karena tidak diikutkan dalam penghitungan.

 

Suara yang terpakai adalah selisih antara jumlah suara seluruh parpol dikurangi jumlah suara parpol non PT.  Selisih suara inilah yang dipergunakan sebagai pedoman ditetapkannya jumlah bilangan pembagi pemilih  (BPP)  sesuai dapil masing-masing (DPR, DPRD Prov. maupun Kab/Kota). BPP adalah jumlah suara sah suatu dapil dibagi dengan alokasi kursi dapil tersebut.

UPDATE: Putusan MK Nomor 52/PUU-X/2012 “Pasal 208 UU Nomor 8/2012 tentang Pemilu sepanjang frasa ‘DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota’ bertentangan dengan UUD 1945” dengan demikian syarat ambang batas 3,5% (PT) hanya berlaku untuk penghitungan kursi DPR saja.

 

b. Aplikasi Simulasi Parpol Pemilu 2014

Aplikasi polling online sebagai gambaran parpol mana yang akan kandas (gagal memperoleh kursi DPR) dan parpol yang landas. Polling ini tidak dalam kerangka rujukan resmi (disclaimer). Hanya bersifat edukasi publik. Berplatform  pada block by cookie and IP address system berjangka.

SIMULASI 3,5% PT PARPOL (COBLOS ONLINE) PEMILU DPR (TPS) 9 APRIL 2014

LIHAT REKAM JEJAK PARPOL PEMILU 2014

.

Simulasi Pemilihan Online, tentukan parpol pilihanmu. Pada halaman setiap parpolanda bisa berkomentar untuk mempengaruhi persepsi publik dan atau calon-calon pemilih lainnya terhadap suatu parpol.

Cara memilih yang benar: Pilih PARTAI yang akan anda coblos di Pemilu Legislatif DPR RI (Pusat) pada tanggal 9 April 2014.

Silahkan COBLOS LOBANG PARTAI yang anda ingin pilih tersebut, selanjutnya (pada sebelah kanan bawah) klik VOTE.

Lihat hasil polling (view results). Silahkan share ke facebook atau twitter. Terimakasih telah berpartipasi menuju pemilu 2014 berkualitas.

3 Des 2013ijrsh, live to share

DAFTAR CALEG TETAP: silahkan VOTE CALEG sesuai DAPIL, pilih caleg lalu klik wajahnya. Anda memasuki halaman caleg. REKOMENDASI KLIK (Jempol Bawah atau Jempol Atas). Sertakanlah TESTIMONI Rekam Jejak dikomentar sang caleg tersebut.

c. Perolehkan Kursi dan Calon Terpilih

Hal pertama adalah ditetapkan angka BPP DPR, BPP DPRD Provinsi, dan BPP DPRD Kab/Kota (P.211) oleh KPU sesuai tingkatan. Selanjutnya ditetapkan perolehan jumlah kursi tiap parpol di suatu dapil, dengan ketentuan (P.212):

  1. Apabila jumlah suara sah suatu parpol sama atau melebihi dari BPP maka akan diperoleh sejumlah kursi (penghitungan tahap pertama), sisa suara akan dihitung dalam penghitungan tahap kedua;
  2. Apabila jumlah suara sah suatu parpol lebih kecil dari BPP maka parpol tersebut kandas ditahap pertama, suara parpol tersebut akan digunakan pada penghitungan tahap kedua dalam hal atau apabila masih terdapat sisa kursi di dapil ybs;
  3. Di tahap kedua ini, sisa kursi akan dibagikan kepada parpol satu demi satu berturut-turut sampai habis, dimulai dari parpol yang mempunyai sisa suara terbanyak (sistem rangking). NB: kasuistik, terjadi sisa suara parpol disuatu dapil sama jumlahnya, berlaku azas persebaran suara yang lebih banyak (P.213)

 

d. Penetapan Calon Terpilih

Calon terpilih anggota legislatif di suatu dapil ditetapkan oleh KPU sesuai tingkatan (P.214). Penetapan caleg terpilih tersebut (P.215) dengan ketentuan sbb:

  1. Berdasarkan calon yang memperoleh suara terbanyak;
  2. Kasuistik, dua calon beroleh suara sama berlaku azas persebaran dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan;
  3. kasuistik,  “calon suara terbanyak” jumlahnya kurang dari jumlah kursi yang diperoleh parpol, kursi yang belum terbagi diberikan kepada calon yang memperoleh suara terbanyak berikutnya.

.

Untuk Pemilu Dewan Perwakilan Daerah; penghitungan calon terpilih DPD (P.216) adalah dengan berdasarkan urutan suara terbanyak (empat besar) disetiap provinsi ybs. Untuk kasuistik yang terjadi, berlaku azas persebaran suara diseluruh kab/kota di provinsi tersebut.

.

e. Kesimpulan

Besaran PT pemilu 2014 adalah 3,5%.  PT berfungsi sebagai syarat parpol memiliki kursi DPR dan DPRD Provinsi maupun Kab/Kota secara sekaligus; telah diubah oleh MK sehingga hanya menjadi syarat penghitungan kursi DPR semata. Parpol yang tidak mencapai PT adalah parpol gagal berkursi di tingkat pusat (DPR). Untuk Perolehan setiap kursi parpol (DPR & DPRD) akan habis dibagi di dapil. Perolehan kursi parpol selanjutnya didistribusikan kepada para caleg parpol berdasarkan perolehan suara terbanyak. Bila terdapat sisa kursi, maka sisa kursi dibagikan kepada parpol satu demi satu berturut-turut sampai habis, dimulai dari parpol yang mempunyai sisa suara terbanyak. Bagaimana metode penghitungan Kursi DPR maupun DPRD Pemilu 2014? silahkan mengkontekstualkan dengan metode pemilu 2009 (pada artikel simulasi 2009 dibawah). Sistem ini mirip dengan Pemilu 2009 sehingga akan menciptakan “persaingan keras” antar parpol maupun sesama caleg se-parpol dan se-dapil. Luar biasa dahsyat dan bisa kejam.

 

Demikian sebagai pemahaman dasar, semoga berguna. Menjadi pertanyaan adalah Parpol manakah yang akan gagal memiliki kursi DPR di pemilu 2014?, silahkan anda tentukan/prediksikan berdasarkan polling diatas. Terimakasih.

3 Des 2013ijrsh, live to share

       Bacaan Terkait/Aplikasi Penting:


3 Comments

  1. apapun partainya,,, yang penting minumnya teh botol SOSRO

  2. Diarahkan Untuk seluruh Anngota Dpr ri mundur Karena isu yuLianus Tatogo di timika tak Jelas Sinyalement,hal ini aku majukan karena dari Meja perundingan aku yang Dpr ri

Berpartisipasi Untuk INDONESIA 2014 Yang Lebih Baik

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

← Rekam Jejak Politisi Indonesia

KLIK DISINI 560 CALEG TERPILIH PEMILU 2014 ANGGOTA DPR R.I.

Anggota DPR R.I. 2009-2014

Anggota DPD R.I. 2009-2014

Berdasarkan IP address, dlsb; tiap tindakan Anda tunduk terhadap hukum. Patuhilah NETIKET agar anda direspon publik secara positif. Kenali seluruh caleg di setiap dapil. Klik Indonesia, lalu klik Kab/Kotamu. Perhatikan seluruh wajah calegmu. Klik FOTO (halaman caleg) atau klik BIOCALEG (Riwayat Hidup Caleg). Berkomentarlah (TESTIMONI) atau berikan rekomendasi (RATE THIS) caleg layak coblos klik jempol atas.

Statistik Blog by WP & Google

  • 1,266,738 hits by public, voters, candidates & campaign team
%d bloggers like this: